Tata
Negara Kesultanan Serdang dirancang untuk memperkuat kompetensi antar
negara-negara Melayu di Kawasan Sumatera Timur dari sisi Keberadaan Negara, Sumber
Hukum Tata Negara, danNegara serta Sistem Keneegaraan maupun Pemerintah dan
Sistem Pemerintahannya secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam
perumusan kompetensi arah dan strategi yang akan hendak dibawa kemana Negara
Kesultanan Serdang ini, sehingga kompetensi antara Wilayah Pusat (Istana) dan
Wilayah BagianNegara Kesultanan Serdang (Rantau, Taklukan dan Jajahan)
dirancang mengikuti rumusan bersama daipada Negara Kesultanan Serdang tersebut.
Tata
Negara Kesultanan Serdang yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada
ketentuan tersebut. Tata Negara Kesultanan Serdang bukan berisi materi rekonstruksi
yang dirancang hanya untuk mengetahui hanya keberadaan Negara Kesultanan
Serdang saja. Tata Negara Kesultanan Serdangmerupakan pengungkapan dari
kehendak sejarah yang berpedoman kepada apa, dimana, bagaimana, mengapa dan
siapa sebenarnya Negara Kesultanan Serdang itu yang membekali pembaca dengan
pengetahuan tentang dimensi ruang-waktu perjalanan Sejarah Tata Negara
Kesultanan Serdang; keterampilan dalam menyajikan Tata Negara yang dikuasainya
secara konkret dan abstrak, serta sikap menghargai jasa para pendiri Negara
Kesultanan Serdang yang telah meletakkan pondasi bangunan Negara Kesultanan
Serdang beserta segala bentuk warisan sejarah, baik benda maupun takbenda.
Sehingga terbentuk pola pikir penerus bangsa yang sadar sejarah.
Sebagai
pengetahuan wajib yang harus diambil oleh semua komponen masyarakat yang
sekarang ini mendiami bekas reruntuhan Negara Kesultanan Serdang yang belum
tentu berminat dalam bidang sejarah, buku ini disusun menggunakan pendekatan
regresif yang lebih populer. Melalui pengamatan terhadap kondisi sosial-politik
dan sejumlah warisan sejarah yang bisa dijumpai saat ini, masarakat diajak
mengarungi garis waktu mundur ke masa lampau saat terjadinya peristiwa yang
melandasi terbentuknya peradaban yang melatar-belakangi kondisi sosial-politik
dan warisan sejarah tersebut. Pembahasan dilanjutkan dengan peristiwa-peristiwa
berikutnya yang menyebabkan berkembang atau menyusutnya keberadaan Negara
Kesultanan Serdang tersebut sehingga menjadi yang tersisa saat ini.
Buku
ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan semua komponen masyarakat
yang sekarang ini mendiami bekas reruntuhan Negara Kesultanan Serdang untuk
mencapai pemahaman masa lalu yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang
digunakan dalam Tata Negara Kesultanan Serdang ini, semua komponen masyarakat
diajak menjadi berani untuk mencari sumber rekonstruksi lain yang tersedia dan
terbentang luas di sekitarnya. Peran penulis dalam meningkatkan dan
menyesuaikan daya serap semua komponen masyarakat yang mendiami bekas
reruntuhan Negara Kesultanan Serdang ini dengan ketersediaan kegiatan pada buku
ini sangat penting. Penulis dapat memperkayanya rekonstruksi daripada
konstruksi dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan
relevan yang bersumber dari penulis buku ini.
Implementasi
terbatas pada pengetahuan semua komponen masyarakat yang mendiami bekas
reruntuhan Negara Kesultanan Serdangmerupakan kekuatan penulis untuk
merekonstruksi Tata Negara daripada Negara Kesultanan Serdang. Penelitian
tersebut dipergunakan penulis semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk
implementasi dan rekonstruksi menyeluruh pada Tata Negara Kesultanan Serdang.
Buku ini merupakan cetakan pertama sebagai penyempurnaan daripada penelitian-penelitian
yang penulis lakukan beberapa tahun ini. Buku ini sangat terbuka dan perlu
terus dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, Penulis
mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan
dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, Penulisaturkan
terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan pengetahuan
sejarah lokal dalam rangka mempersiapkan Generasi
Tak Kan Hilang Melayu di Dunia.
Medan-Gang
Hawa Komp. IAINSU, 6 Juni 2016
Penulis

Muhammad
Alamsyah, S.S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar